Matahari pagi selalu menepati janjinya. Ia
akan terus muncul setiap hari menemani beribu umat manusia menjalankan
aktivitasnya. Pohon-pohon tersenyum seakan bahagia dihujani sinarnya dan mampu
bernafas lega. Dedaunan yang jatuh di jalanan bukan karena kering saja, namun
ada dedaunan yang dengan ikhlas berkenalan pada kerasnya batuan. Matahari
selalu punya peran tersembunyi diantara segala sesuatu yang berjalan di dunia
ini.
Halooo semuanya, apa kabar?
Setelah postingan terakhir
kemarin, aku (pake aku ya biar akrab
gitu) belom posting lagi. Padahal banyak sekali janji-janji palsu yang aku
berikan ke kalian semua. Aku sedih sih dengan kesibukan ini. Ya enaknya emang udah
dapet kerja dan dapet duit, tapi blogku jadi sepi dan tak terurus. Dan sekarang
ternyata aku tambah sibuuuuk banget, kerja pulang malam dan hari sabtu masuk,
benar-benar qerjaaa qeraas bagai qhudaaa. Ingin menangis rasanya, tapi aku gak
nangis kok. Aku kudu terus bahagyaaa...
Dan sekarang aku bakalan bagi
kebahagiaan aku.
Dari pada blog aku kosong,
akhirnya temenku sok ide gitu deh ngirimin cerpennya buat di posting di blogku.
Baik banget kan ya orangnya, doi aja merhatiin blogku tapi akunya enggak huhu
Oke, daripada berpanjang-panjang
cerita langsung aja yuk cusss...
Cerpen by Prisca Cindy (ig : @priscacindy)
Teacher, You’re My Angel
Teacher, You’re My Angel Bagian 2
Teacher, You’re My Angel Bagian 3
Teacher, You’re My Angel Bagian 4 (Selesai)
Sampai Jumpa
Semoga Bahagia
Sebenarnya tidak
hanya kamu, akupun ingin diperjuangkan.
***
“Jadi semua itu memang gak ada
yang instan ya. Indonesia harus berjuang demi Kemerdekaannya. Nabi Muhamad SAW
pun harus rela berdakwah sembunyi-sembunyi demi menyebarkan ajaran Islam”,
batinku dalam hati ketika secara tidak sengaja aku membaca kirman-kiriman line
yang muncul di timeline.
Lineee...
Aku tak mengerti kenapa kita benar-benar berbeda,
Hei, cheseeburger dan rendang?
***
Aku melihatmu,
menatap sorot matamu yang tajam. Seakan aku bisa melihat wajahku dalam bening
mata itu. Andai kamu tahu setiap aku melihatnya, seakan aku ingin benar-benar
ada didalamnya bukan hanya sekedar bayangan ataupun pantulan. Tetapi semakin
aku menginginkannya, semakin aku sadar bahwa itu semua tak akan mungkin
terjadi.
***
“Sekali
sajalah kita makan burger, aku sudah bosan makan rendang”, pintaku padamu
ketika kau lagi-lagi mengajakku untuk makan di tempat favoritmu dengan makanan
favoritmu.
“Burger
mahal, kira-kira ajalah kalau mau meres temen sendiri”, jawabmu dengan nada
seakan-akan aku memerasmu.
Suara dosen Pancasila sore hari itu hanya terdengar samar –
samar ditelinga Sheyla. Ingatan tentang kejadian dua semester lalu membuyarkan
konsentrasinya. Mengapa ia bisa mudah sekali jatuh cinta hanya dengan olokan
semata? Hanya dengan kata “ Cie “ kepompong dalam hatinya bisa secepat kilat
bermetamorfosis menjadi kupu – kupu dan hanya dengan kata “ Cie “ semua hal
dalam dirinya berubah bak mantra pesulap “bim salabim “.
Sheyla mencoba menerawang jauh, memaksa otaknya untuk
mengingat kembali kejadian – kejadian yang ia alami di dua semester lalu.
Tetapi semakin ia mencoba untuk mengingatnya, semakin desakan bulir bening itu
muncul kembali.
“Bodoh”, umpatnya dalam hati.
ia mencoba memaki dirinya sendiri karena ia telah melanggar
janjinya untuk tidak mengingat kejadian itu. Tetapi semakin ia memaksa untuk
tidak mengingatnya, semakin ingatan itu terus dan terus menghantuinya. Sheyla
sendiri tidak paham mengapa ingatan itu harus kembali setelah hampir dua semester
ini ia berhasil melupakannya.
Tak seperti cerita klasik tentang pangeran kodok
Ia bukan pangeran yang dikutuk menjadi kodok
Dan akan kembali lagi menjadi pangeran ketika sang putri
menciumnya
Ia lebih dari itu
Ia memang kodok, tapi ia berbeda
Ia mempunyai mata yang besar layaknya kodok pada umumnya
Tapi mata indah itu berbingkai
Ia mempunyai kulit kasar
Tetapi berwarna lebih terang dari yang lainnya
Tiap malam ia akan mengeluarkan suaranya
Tapi suara itu lebih indah dari sekedar “ Koek koek “
Amphibi, ya itu salah satu cirinya
Bukan dua alam, tetapi ia mempunyai dua sifat yang berbeda
Apapun bentuk kodok ini aku menyukainya dan aku mengaguminya
Kau bukan hanya sekedar kodok, hei pangeran kodok
Kau lebih dari itu bahkan dengan tulisan inipun tak cukup
untuk mendiskripsikanmu
Selamat malam, sore ini indah yaaaa
“ Shey, lo kenapa dah? “, Kanza bertanya pada Sheyla yang
bernyanyi – nyanyi girang sambil menari – nari seperti baru mendapat doorprize
rumah mewah.
“ Gak za, gue lagi seneng aja nyanyi lagunya nom – nom gowes
yang sakitnya tuh disini, lucu aja itu lagunya “, Sheyla sambil terus menyanyi
lagu itu disepanjang jalan setelah sholat.
Entah setan dari negri mana yang telah masuk ketubuh Sheyla
hari itu. Dari mulai masuk kelas jam setengah delapan sampai setelah sholat
dzuhur Sheyla tak hentinya menyanyikan lagu yang memang lagi ngehits di youtube
itu. Mungkin saja Sheyla merasa cocok dengan syair lagu itu. Tetapi mengapa
Sheyla terlihat gembira ketika menyanyikan lagu itu? Apakah memang ia gembira
meskipun beberapa hari yang lalu ia benar – benar terpuruk.
Sheyla memang sedikit aneh beberapa hari belakangan ini. Ia
selalu duduk di pojok belakang dekat jendela, sering terlihat melamun, tiba –
tiba menangis ketika sedang melihat handphonenya. Ia juga tidak secerewet
biasanya, meskipun ia selalu mengelak jika ditanya tetapi dari semua
perubahannya terlihat bahwa sheyla sedang sedih dan terpuruk. Mungkin ini semua
ada hubungannya dengan kejadian itu.
“ Shey, jadi apa jawabannya nomer dua? " Gadis berambut lurus sebahu disamping Kanza tak kunjung merespon pertanyaannya.
“ Shey, shey? “, dengan kesal Kanza berteriak memanggil
Sheyla berulang kali.
“ Iya za? Apa? “, teriakan kanza akhirnya berhasil
membuyarkan lamunan gadis dengan lesung di kedua pipinya dan perlahan gadis
tersebut mengeluarkan butiran bening dari kedua sudut mata sipitnya.
“ Sheyla kenapa? Sheyla cemburu ngeliat Kenan sama Rina? “
Pas baca dengerin deh soundcloudnya, heheu
terinspirasi dari temen blogger, heheu
Aku tak mengerti apa yang kurasa
Rindu yang tak pernah begitu hebatnya
Hei kamu,
Iya kamu yang selalu bilang BEGO, apa kabarmu sekarang?
Masihkah kau setia dengan kata – kata kebesaranmu itu, Bego? Bego, sepertinya
kamu harus bertanggung jawab dengan apa yang aku rasakan saat ini. Aku juga
tidak tahu rasa macam apa ini, tapi aku yakin rasa ini kaulah penyebabnya.
Semenjak pertemuan terakhir kita sebulan setengah yang lalu, aku jadi lebih
sering merasakan nyeri di dada. Aku pikir aku terkena asma atau penyakit paru
lainnya tapi ternyata aku salah. Rasa nyeri ini aku rasakan dikala aku
mengingat dirimu. Tak hanya itu saja bego, tiap hari aku juga ingin mengetahui
kabar terbaru darimu. Lebih parahnya lagi aku sekarang jadi susah tidur, bayang
wajahmu itu terlalu terekam baik diingatanku dan kau juga tak pernah absen
hadir disetiap bunga tidurku. Apa mungkin ini yang dinamakan “ Aku Merindukan
dirimu? “ jika memang iya, betapa susahnya penyakit ini disembuhkan selain
bertemu denganmu?
Saya rasa semua orang pasti pernah Galau, tidak terkecuali saya, kamu, dia dan mereka. Bahkan nenek dan kakek sayapun juga pernah galau. Mungkin disini tingkat kegalauan dan penyebab kegalauannya yang berbeda. Gak mungkinkan nenek kakek saya sekarang galau karena mikirin mantan dikala rintik hujan turun? It's not rational guys. Aduh, kenapa jadi ngomongin kakek nenek saya. Bukan, bukan itu tujuan saya nulis postingan ini. Bukan mau ngebahas kegalauan kakek nenek saya. So, what the point kik? The point is RIZKY ASHYANITA SEDANG GALAU, GALAU BERAT. Iya, saya sedang galau. Galaunya gak sekedar galau, tapi galau yang sangat akut.
Saya akui saya memang sering galau, bukan bukan masalah mantan, atau kisah - kisah percintaan saya. Saya biasanya galau gara - gara kangen keluarga, lagi gak ada duit, atau gak bisa ngerjain tugas. Mungkin terdengar gak normal ya? Gak selayaknya anak muda yang sedang galau? Ya itulah saya dengan keanehan saya yang apa adanya dan bukan ada apanya :D Tapi percaya gak percaya guys, beberapa hari ini saya baru ngerasain galau karena masalah percintaan saya. Dulunya saya cuek banget sama masalah percintaan saya, bahkan sama pacar sendiri saja saya cuek, aduh pacar macam apa sih saya ini :( Saya juga jarang bahkan tidak pernah nulis tentang kisah percintaan saya di blog? Menurut saya sih tidak semua hal - hal itu harus dibuplikasikan, kita juga harus punya hal - hal yang dijadikan suatu privasi. Tapi ketika suatu masalah datang, orang - orang yang dekat dengan saya jauh dengan saya, dan tak ada satu orang lain yang bisa dipercaya untuk saya ceritakan , maka keputusan terakhir yang paling tepat adalah cerita di blog. Alasannya? Meskipun saya cerita blak - blakan diblog, orang - orang yang baca tulisan saya pasti gak ada yang tau orang yang saya maksud dan sebagai orang awam pasti mereka lebih bisa memberi solusi yang paling tepat, ketimbang orang yang tau sebagian cerita dan sok tau.
Saya akui saya memang sering galau, bukan bukan masalah mantan, atau kisah - kisah percintaan saya. Saya biasanya galau gara - gara kangen keluarga, lagi gak ada duit, atau gak bisa ngerjain tugas. Mungkin terdengar gak normal ya? Gak selayaknya anak muda yang sedang galau? Ya itulah saya dengan keanehan saya yang apa adanya dan bukan ada apanya :D Tapi percaya gak percaya guys, beberapa hari ini saya baru ngerasain galau karena masalah percintaan saya. Dulunya saya cuek banget sama masalah percintaan saya, bahkan sama pacar sendiri saja saya cuek, aduh pacar macam apa sih saya ini :( Saya juga jarang bahkan tidak pernah nulis tentang kisah percintaan saya di blog? Menurut saya sih tidak semua hal - hal itu harus dibuplikasikan, kita juga harus punya hal - hal yang dijadikan suatu privasi. Tapi ketika suatu masalah datang, orang - orang yang dekat dengan saya jauh dengan saya, dan tak ada satu orang lain yang bisa dipercaya untuk saya ceritakan , maka keputusan terakhir yang paling tepat adalah cerita di blog. Alasannya? Meskipun saya cerita blak - blakan diblog, orang - orang yang baca tulisan saya pasti gak ada yang tau orang yang saya maksud dan sebagai orang awam pasti mereka lebih bisa memberi solusi yang paling tepat, ketimbang orang yang tau sebagian cerita dan sok tau.
![]() |
| Quotes ini yang saya pegang erat - erat :) |
Senja : Aku Senja, aku suka matahari
terbenam. Disanalah aku berada, di tengah – tengah, diantara. Merasakan hari
berlalu dan menghembuskan malam yang akan datang. Semburat jingga yang membuat
rindu, cahaya temaram yang membuat sendu.
Malam : Aku malam, sebuah purnama penuh dan
gugus bintang adalah rumahku.
Senja : Aku sang senja pendahulumu. Tapi
engkau? Malam, malam yang memelukku sampai hilang, hilang dalam pelukkan.
Biarlah aku bersembunyi bersama malammu, aku aman, aku tenang.
Malam : Dan saat engkau bersembunyi bersama
malamku biarkanlah bintang dan purnama selalu menjagamu. Kan kupastikan amanmu
hingga matahari sepenggalahan menjemput. Dan kutunggu kemanapun kamu berlari,
karena aku tahu kamu pasti kan kembali kepadaku.
Senja : Aku keluar untuk bertemu matahari
terbenam, dan rasa cintaku terhadap malam adalah pasti. Karena ku tahu, di
akhir semburat jingga, engkau selalu ada. Malam, selamanya tempat berlindungku,
selamanya kesunyianku,, aku akan berlari kembali kepadamu, Malam.








