[Diary Jobseeker] Pengalaman Tes Kerja di TAF (Toyota Astra Finance), Dua Kalipun Masih Tetap Penasaran

by - 7:46:00 PM



Halo, kembali lagi dengan cerita jobseeker karena banyak sekali yang meminta cerita pengalaman jobseeker.

Kali ini cerita tentang pengalaman tes kerja di TAF atau Toyota Astra Finance. Salah satu anak perusahaan dari Astra. Kalo lihat di webnya sih kepemilikan sahamnya 50% Astra dan 50% Toyota. Perusahaan ini bergerak dalam bidang pembiayaan mobil Toyota. Berdasarkan info di halaman profil TAF, selama lebih dari 13 tahun TAF telah memiliki 37 kantor cabang di seluruh Indonesia.

Kenapa saya jelaskan mengenai profil dari TAF? Karena hal pertama yang harus teman-teman lakukan sebelum melamar suatu pekerjaan adalah mengetahui profil perusahaan yang akan teman-teman lamar. Jangan sampai sesekali kalian melamar pekerjaan tetapi tidak tahu perusahaan apa itu. Dan bener-bener kenali jenis pekerjaannya. Jangan sampai sudah nyebur dan kalian menyesal dengan jenis pekerjaan yang teman-teman pilih.

Saya melamar di TAF waktu itu dari Jobfair yang diadakan di kampus saya yaitu Universitas Brawijaya. Dulu sih saya daftar karena memang jurusan saya bisa mendaftar disana dan siapa sih yang gak tau ASTRA? Siapa sih yang gak penge kerja di ASTRA? Selama syarat-syaratnya saya bisa penuhi, saya daftar. Waktu itu kalau gak salah saya melamar di dua posisi yaitu MT (Management Trainee) dan satunya lupa, hehe.

Lumayan lama panggilan tes untuk TAF ini. Biasanya satu sampai dua hari setelah jobfair ada sms untuk tes, tapi ini tidak. Pikir saya mungkin saya tidak termasuk kualifikasi yang diinginkan, tapi setelah satu minggu barulah saya mendapatkan sms. Waktu itu kebetulan saya lagi di Bali untuk tes CPNS, untung tes CPNSnya sudah selesai jadi balik ke Malang bisa santai untuk tes di TAF.

Rangkaian tes di TAF pertama yang saya jalani setelah administrasi adalah psikotes. Waktu itu saya mendapat kesempatan jam 13.00 di salah satu hotel di Malang. Sebelum berangkat saya mengisi perut saya dengan makan Soto Medan di Wak Edoy (tiba-tiba jadi kepengen hiks) karena kunci mengerjakan psikotes adalah gak lapar dan gak ngantuk.

PSIKOTES

Setelah menunggu selama 30 menit di luar ruangan, karena batch sebelumnya belum selesai, akhirnya saya masuk juga untuk tes. Sebelum tes, dijelaskan dulu mengenai TAF, bagaimana jenjang karir kita kedepannya, jenis pekerjaan yang akan kita jalani, dll. Disana saya sudah mantep bahwa TAF ini bukan pilihan yang salah untuk jenjang karir saya nanti kedepannya, meskipun kata mereka sih akan ditempatkan diseluruh Indonesia. Tapi saya pikir sih gak masalah, toh masih muda juga. Ada juga sesi tanya jawabnya, kalo gak salah waktu itu saya juga sempet tanya, tapi lupa tanya tentang apa. Karena dengan bertanya itu sih meningkatkan kepercayaan diri saya, i don’t know why. Tapi kalo memang ada sesi tanya jawab sebisa mungkin saya bertanya.

Waktu itu psikotesnya ada beberapa tahapan. Kalo gak salah ingat ya bagian pertama itu tes Logika Aritmatika yang penjumlahan gitu-gitu. Dilanjut sama penalaran verbal yang sinonim, antonim dll. Lanjut lagi sama gambar-gambar seperti nyari terusannya, bagian yang hilang. Serangkaian tes itu ditutup dengan tes kepribadian yang disuruh milih salah satu seperti “Saya Pekerja Keras” atau “Saya Pemberani”. Setiap tes kepribadian ini saya selalu bingung, sebenernya yang dicari itu konsistennya atau apanya sih -__-

Dan selesai psikotes itu, kita harus menghadapi tes Krapelin dan Pauli. Yang harus menjumlahkan dua angka kebawah dan menggaris apabila ada perintah “GARIS”. Ini adalah tes yang menurut saya paling melelahkan karena harus fokus dan kertasnya itu gedhe banget kaya ribet sendiri sama kertasnya, belum kalo pensilnya udah gak lancip lagi. Pokoknya di tes semacam ini sih yang terpenting itu harus fokus dan jangan mikirin yang lain-lain. Sama harus diingat sih harus banget dihapalin penjumlahan yang lebih dari 10, biar gak gelagapan pas ada penjumlahan kaya 8+6, 8+9, dll.

Belum selesai sampai disana, kita masih harus mengikuti Tes Warteg. Itu loh, yang disuruh gambar-gambar ada 8 kotak. Nanti setiap kotak ada seperti titik atau garis lengkung, kita disuruh meneruskan gambarnya. Dan di keterangan bawahnya nanti kita diminta untuk menuliskan keterangan gambar tersulit, termudah, dan nomer bagian mana dulu yang kita gambar.

Selesai itu kita diminta untuk menggambar manusia dan pohon. Kalo gambar manusia ini kalian harus usahakan si manusianya itu sedang melakukan pekerjaan, kalo saya biasanya sih menggambar ibu guru atau dosen. Sedangkan untuk gambar pohon biasanya saya selalu memunculkan buah, daun, ranting, dan akar. Lebih lengkap bisa baca-baca buku psikotes ya.

Di psikotes TAF saya pertama kali ini, saya ternyata gagal. Sedih sih, tapi saya tetap legowo. Dan ternyata beberapa bulan setelahnya saya ada panggilan tes di TAF lagi. Untuk kedua kalinya sih saya akhirnya lolos di psikotesnya. Jadi teringat waktu tes TAF kedua ini, saya bener-bener dari Jakarta dan pagi nyampe siangnya langsung tes TAF, untungnya lolos di psikotesnya. Kalo enggak sih nyesel banget saya kembali ke Malang waktu itu. Terlebih pas sudah sampai Malang itu saya ada e-mail panggilan tes kerja di Shopee. Hancurlah konsentrasi saya, untung bisa ditunda tes Shopeenya jadi saya bisa konsen untuk psikotes TAF ini.

Setelah psikotes, malamnya langsung ada pengumuman untuk tes selanjutnya yaitu Wawancara. Malam itu juga saya langsung belajar apa yang harus saya omongkan besok di wawancara.

WAWANCARA/INTERVIEW

Wawancara kali ini saya sudah mempersiapkan baik-baik, sudah menyiapkan jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang mungkin ditanyakan. Awalnya sih saya pede-pede aja ya jawabnya, karena pertanyaan yang diajukan sama seperti yang saya siapkan seperti apa yang saya lakukan sewaktu kuliah, pengalaman yang tak terlupakan, organisasi. Eh sewaktu ditengah-tengah ada satu pertanyaan yang saya bingung jawabnya yaitu tentang bagaimana caranya mengorganisir manusia. Saya bingung sekali karena kalau sistem di komunitas saya itu relawan jadi gak ada pakasaan khusus untuk datang. Nah, si interviewernya pengen banget dapat jawaban saya gimana caranya saya bisa memaksa mereka untuk kontribusi. Susah banget sih itu saya jawabnya, saya jawab A eh ternyata si interviewernya masih ngejar-ngejar sampai Z.

Setelah wawancara, interviewernya bilang bakalan ngehubungi 3-7 hari. Tapi pas saya tunggu-tunggu ternyata gak ada sms atau telpon dari pihak TAF, otomatis saya gak lolos lagi. Hmm, kecewa sih. Apalagi setelah tes TAF kedua kali ini saya sudah hampir 5 bulanan menganggur. Rasanya seperti ada beban dan kecewa dengan diri sendiri kenapa masih aja gak lolos. Sedih banget, masih nyusahin orang tua. Tapi saya gak boleh menyerah karena orang tua dirumah menunggu kabar baik saya. So, saya jadikan semua ini pengalaman yang tidak akan saya lupakan.

Gimana? Ada pandangan belum buat kalian yang akan tes di TAF? Sukses selalu ya.


Info mengenai TAF bisa dilihat di https://www.taf.co.id/

Sampai jumpa
Semoga bahagia

You May Also Like

4 comments

  1. Hahahaha psikotes itu memang bikin berdarah-darah. Kalau nggak kuat mental pasti isinya ajaib gitu.

    ReplyDelete
  2. Psikotest itu entah kenapa kalo yg versi indonesia, banyak banget makan waktu. Mungkin karena lebih mewakili. Aku pernah psikotest buat beasiswa negara luar yg tes kepribadian cuma 20 menit, yang jawab2 pake logika dan itungan itu cuma 12 menit. EntaH mungkin yang indonesia lebih akurat kali ya, di liat dari berbagai sisi. Paling capek itu memang krapelin pauli, terakhir aku tes itu, gede kertasnya segede lembaran koran yang di geber selebar tangan itu. Omg.. Hahaha

    ReplyDelete
  3. Bener bgt nyari kerja itu tidak mudah kan �� tapi rezeki kita tidak tau drimana kan ya terus berjuang

    ReplyDelete
  4. wah aku jadi ingat pengalaman psikotes waktu melamar kerja dulu. paling membekas itu pas ikutan di salah satu instansi pemerintahan. aku saking nggak siapnya blank pas wawancara

    ReplyDelete

Seperti didengarkan jika kamu memberi komentar :)