Itinerary 6 Days in Bali With Low Budget : Day 1 & 2

by - 7:28:00 PM



Kali ini saya mau nulis pengalaman liburan saya bersama teman saya di Bali selama 6 hari. Liburan ini sudah kami rencanakan di awal tahun 2019 dan memang sepakat melaksanakannya di bulan Oktober. Itung-itung kami nabunglah, biar pengeluarannya bisa terencana dan gak yang tiba-tiba gitu.

Selama liburan, banyak teman-teman yang nge-DM saya tentang itinerary, tips, dan budgetnya. Mumpung sekalian cerita, nanti saya tulis budget setiap tempat dan tentu saja tips-tipsnya. Jadi rajin-rajin cek instagram saya atau langsung cek blog saya ya.

Day 1 : Pelatihan, Beachwalk dan Pantai Kuta

Sebenarnya saya sudah di Bali sejak Hari Jumat 4 Oktober 2019, karena kebetulan di Hari Sabtunya saya ada pelatihan kantor. Jadi hari Sabtu pagi sampai siang saya pelatihan. Sekitar jam 1 siang, saya baru pindah ke hotel yang telah saya pesan di Legian.

Setelah selesai beberes, saya dan teman saya berjalan-jalan di sekitaran Legian karena kebetulan hotel yang saya tempati di daerah Legian. Karena kami lapar, kami memutuskan untuk sekalian makan siang di Burger King dan biar murah gak lupa pake diskonan dari Dana.

Setelah makan, kami memutuskan untuk melihat sunset di Pantai Kuta. Karena jaraknya yang dekat, sesampainya di Pantai Kuta waktu masih menunjukkan pukul 3 sore, artinya sunset masih lama. Jadi kami memilih menunggu sunset sembari jalan-jalan di Beachwalk yang kebetulan berada didekat Pantai Kuta. Hitung-hitung sekalian ngehedon kalo ada yang dipengenin, tapi alhasil kami cuma jalan-jalan aja dan gak beli apa-apa. Jiwa kemiskinan memberontak untuk tetap hemat.

Indah sekali bukan?

Ketika matahari sudah mulai turun, kami langsung bergegas ke pantai dan mencari tempat yang sedikit sepi. Tapi ya namanya Pantai Kuta, pantai yang selalu jadi tujuan orang melihat sunset sepertinya susah untuk mencari spot yang kosong. Gapapa, yang penting kita masih bisa melihat sunset dengan jelas. Sore itu kami habiskan dengan duduk dan melihat sunset sambil mengulang cerita sewaktu kuliah.

Day 2 : Pantai Pandawa, Pantai Melasti, Pantai Tegal Wangi, Pantai Dreamland, dan Uluwatu

Oh ya, saya dan teman saya selama di Bali itu ngebolang ya. Kami menyewa motor selama 5 hari dan hanya mengandalkan petunjuk dari maps. Jadi ya ada bingungnya, marah-marahnya, dan tentunya nyasarnya.

Sarapan di Warung Nasi Pedas Ibu Andika

Petualangan hari ke dua kami mulai dengan sarapan di Warung Nasi Pedas Ibu Andika. Sewaktu dulu berkunjung ke Bali saya selalu penasaran ketika lewat warung itu karena rame sekali, seenak apa sih makanannya. Tetapi sewaktu saya makan disana rasanya biasa saja, ya seperti warteg gitu. Mungkin karena murah ya di daerah sana jadi rame. Selain itu kita juga bisa milih lauk sendiri dan pilihannya cukup banyak, jadi bisa banget nekan budget. Waktu itu saya habis sekitar 17.000 dengan lauk kangkung, kering, dan ikan asin.

Pantai Pandawa

Pantai Pandawa

Setelah kenyang, kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Pandawa. Dari Kuta menuju Pantai pandawa menghabiskan waktu sekitar 35 menit. Karena masih pagi, jalanan masih sepi dan sewaktu sampai di Pantai Pandawa juga masih sepi dan tentunya belum panas. Kami berkeliling, berfoto, dan sedikit main air lalu menuju ke destinasi berikutnya. Kami gak nyoba untuk naik kapal kecil yang disewakan karena memang gak mau main air yang sampai basah sekali.

Gak bisa main, naik dulu aja ya

Pantai Melasti

Pantai Melasti

Destinasi berikutnya adalah Pantai Melasti. Pantai ini tidak jauh dari Pantai Pandawa, kira-kira sekitar 17 sampai 20 menit. Pantai ini tidak kalah indahnya dengan Pantai pandawa. Pasir putih, air jernih, rumput laut, dan tentu saja langit birunya. Namun, di Pantai Melasti lebih sedikit pengunjungnya jadi lebih tenang. Di pantai ini juga digunakan untuk foto Prewedding jadi terdapat beberapa spot yang dipagari dan tidak bisa kita masuki. Tapi tidak banyak kok, kita masih bisa menikmati indahnya Pantai Melasti.

Santai dulu aja ye kan

Pantai Tegal Wangi

Pantai Tegal Wangi dari atas

Ketika sedang duduk-duduk di Pantai melasti, kami berdiskusi enaknya setelah ini kemana. Jika mengikuti itinerary yang telah dibuat adalah ke Pantai Dreamland. Tapi sewaktu saya lihat di maps, ada satu pantai yang dekat dari Pantai Melasti yaitu Pantai Tegal Wangi. Karena berdekatan akhirnya kami memutuskan untuk mampir ke Pantai Tegal Wangi.

Aduh, keliatan banget segernya

Ketika kami sampai di Pantai Tegal Wangi, kami sedikit terkejut karena tidak ada gapura tiket atau parkir. Disana benar-benar sepi. Saya bingung, orang-orang apa tidak tau ada pantai secantik ini. Akses jalan kesana juga tidak terlalu bagus, kami harus turun dulu ke bawah baru bisa mencapai bibir pantainya. Ombak di sana juga cukup besar dan karang-karangnya juga cukup banyak dan tajam. Tapi percayalah, pantai ini bagus banget. Seperti Hidden Paradise gitu. Lihat ombak dan air yang jernih, kami berkali-kali ingin nyebur. Tapi kami ingat bahwa kami tidak membawa baju ganti, jadi berakhir dengan kami hanya main-main air.

Pantai Dreamland

Pantai Dreamland

Setelah puas main di Pantai Tegal Wangi, kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Dreamland. Sewaktu menuju Pantai Dreamland, kami sedikit dibingungkan dengan jalannya. Karena menuju Pantai Dreamland ini kita harus melewati perumahan dan akses masuknya saja melewati perhotelan. Seperti tidak begitu yakin, apa beneran pantai di kawasan perhotelan? Tapi setelah masuk kedalam, benar saja ada pantai didalamnya.

Pantai Dreamland di siang bolong

Sewaktu masuk di Pantai Dreamland, saya terkejut karna di Pantai itu tidak ada wisatawan lokal sama sekali. Isinya bule yang lagi berjemur atau bermain surfing. Sewaktu kami sampai di Pantai Dreamland itu sekitar pukul satu siang, jadi pas panas-panasnya gitu. Cepat saja kami mengambil beberapa foto dan menuju ke perjalanan berikutnya.

Uluwatu – Kecak Dance

Indah banget gak sih? gak tau lagi harus ngomong apa

Sebenarnya masih ada dua pantai yang harus kami kunjungi yaitu Pantai Padang-padang dan Pantai Suluban. Tapi karna kami takut ketinggalan mengantri tiket Kecak Dance di Uluwatu, akhirnya kami memutuskan langsung ke Uluwatu saja.

menantang matahari, panas beb

Sesampainya di Uluwatu sekitar pukul 3 sore dan ternyata tiket Kecak Dance di jual pukul lima sore. Akhirnya kami memutuskan untuk berkeliling sebentar. Karena kami kehabisan energi, akhirnya kami  banyakin duduk-duduk menikmati pemandangan pantai sembari menunggu tiket buka. Sekitar pukul setengah lima sore, para guide sudah banyak yang mengantri dan kamipun ikutan mengantri. Disini saya mengalami kejadian lucu, saya digigit tawon dong. Heboh sih, Cuma ya sudahlah. Heran aja, bisa-bisanya ada tawon gigit saya, dikira bunga kali ya, haha.

Kecak dance dimulai tepat pukul enam sore, ketika matahari mulai turun. Sumpah, indah banget gais lihat tari kecak bersamaan dengan matahari terbenam, dipinggir pantai pula. Harus banget sih kalian lihat Tari Kecak di Uluwatu ini. Oh ya, cerita yang dibawakan di Tari Kecak itu adalah Ramayana, kisah cinta Rama dan Sinta. Serunya lagi, para pemain juga membaur dengan penonton jadi penonton seakan dibawa ikut kedalam pertunjukkan.

Kecak Dance

Pertunjukkan berjalan sekitar satu jam tepat. Setelah pertunjukkan selesai kami memutuskan untuk mengakhiri petualangan di hari kedua ini. Oh ya, sebelumnya kami tidak lupa mampir makan. Makan kali ini juga dipersembahkan oleh diskonan dari Dana.

Pengeluaran Hari 1 dan 2 untuk dua orang (kecuali makan)

Hotel 2 malam di Duo Legian Hotel : Rp 278.000
Sewa Motor : Rp 350.000 (untuk lima hari)
Bensin : Rp 20.000 (bisa sampai hari ketiga)
Pantai Pandawa : Rp 18.000 (termasuk parkir)
Pantai Melasti : Rp 12.000 (termasuk parkir)
Pantai Dreamland : Rp 5.000 (parkir aja gak pake uang masuk)
Uluwatu : Rp 30.000/orang
Kecak Dance : Rp 100.000/orang

Cerita hari ke 3 dan 4 disambung di postingan berikutnya

Ketika bule nya usil banget, haha

Sampai Jumpa
Semoga Bahagia

You May Also Like

0 comments

Seperti didengarkan jika kamu memberi komentar :)